Langkah Menjaga Kesehatan Jantung Bagi Lansia Yang Gemar Beolahraga

 

 

 

Cerclerouge.org – Bila sejumlah cara dapat dilakukan supaya tetap hidup sehat dikala usia senja. Antara lain dengan menjaga berat badan dengan melakukan kebiasaan olahraga. Salah satu olahraga yang simpel kerap kali dilakukan pada usia lanjut yaitu dengan berlari. Supaya menjaga irama lari yang baik dan terjauh dari osteoartritis (OA)orang lanjut usia juga harus memperhatikan kesehatan jantung.

Dr. Michael Triangto, SpKO menganjurkan supaya para lansia mengamati ukuran denyut jantung ketika rajin berlari.

“Pada prinsipnya motor dalam kehidupan kita adalah jantung. Jadi aktivitas apa pun perlu disesuaikan dengan kemampuan jantung kita. Saran saya pakai heart rate monitor saja,” jelas dokter Michael.

Menghitung Denyut Jantung Maksimal (DJM) perlu dilakukan untuk mengetahui porsi olahraga yang dilakukan terlebih bagi para lansia.

“Rumus menghitung DJM adalah 220-usia (tahun) = 100%. Untuk kesehatan, pergunakan 50 hingga 70% dari DJM. Contoh untuk yang usia 50 tahun dan ingin olahraga untuk kesehatan, sebaiknya Anda berolahraga dengan denyut jantung 220-50 = 170. Jadi 50 % nya adalah 85x denyut per menit, sedangkan kalau 70% = 119x denyut per menit,” ungkap dr. Michael.

Orang yang berumur 50 tahun harus menghasilkan denyut jantung 85 sampai 119 kali permenit ketika olahraga.

“Kalau lansia, sebaiknya olahraga untuk menjaga kesehatan. Semakin rutin, semakin bagus. Makanya alat ukur denyut jantung itu boleh dibawa saat latihan fisik. Hal itu dapat Anda monitor persis seperti halnya memakai speedometer di kendaraan,” ungkap Staf Ahli Kesehatan Indonesian Golf Association DKI Jakarta.